MEMBANGUN KARAKTER SISWA DI ERA MILENIAL
PERAN PENTING DARI ORANG TUA DAN GURU DALAM MEMBENTUK
KARAKTER SISWA
Sebelum kita membahas tentang karakter siswa di jaman sekarang, alangkah baiknya kita perlu tahu apa itu era milenial, era milenial adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Milenial pada umumnya adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang tua. Milenial kadang-kadang disebut sebagai "Echo Boomers" karena adanya 'booming' (peningkatan besar) tingkat kelahiran di tahun 1980-an dan 1990-an.
Generasi milenial lahir di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang demikian pesat. Karena itu lah, cara mengajar untuk mendidik mereka pun harus dibedakan dan ada triknya. Setiap orang tua pasti ingin mendidik anaknya untuk menjadi anak yang mempunyai karakter baik. Agar terwujudnya upaya pendidikan karakter tersebut, tentunya bukan perkara yang mudah. Kenyataannya, orang tua akan menghadapi beberapa tantangan dalam mendidik anak-anak generasi milenial ini. Di era globalisasi, anak-anak dengan mudah terhubung ke seluruh dunia secara online. Mereka pun memiliki kesempatan luas untuk mendapatkan informasi informasi yang mereka inginkan. Karena generasi milenial punya kebiasaan lain. Mereka sangat lebih cenderung ingin mencapai sesuatu dengan cepat dan instan karena mereka sudah terbiasa dengan kemudahan teknologi. Melihat berbagai ancaman yang mungkin bisa terjadi, maka dari itu orang tua harus membekali anak-anak mereka untuk bisa bersaing dalam dunia nyata. Maka dari itu, orang tua juga harus mengetahui pentingnya pendidikan karakter bagi anak. Karena pendidikan pertama kali yang di dapatkan oleh anak adalah dalam lingkup keluarga dan diberikan oleh orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus merencanakan masa depan anak mereka dengan cara yang sebaik mungkin. Dalam era globalisasi ini pendidikan karakter menjadi bagian yang sangat penting dalam mewujudkan manusia yang berkualitas. Namun realitanya, pelaksanaan pendidikan karakter tak segampang yang diucapkan oleh mulut saja atau tak semudah dengan membalikkan telapak tangan. Dan demi tercapainya pendidikan yang berbasis karakter, tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga akan tetapi juga menjadi tanggung jawab berbagai pihak pihak tertentu, terutama lembaga lembaga pemerintahan melalui lembaga pendidikan formal maupun non formal. Dengan pertimbangan dalam rangka untuk mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan yang sangat luas, nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, pemerintah memandang perlu penguatan pendidikan karakter, dan rasa memiliki negeri ini.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa arus perubahan. Perubahan dalam bidang pendidikan, perdagangan hingga pemerintahan. Kini di era globalisasi tidak bisa di pungkiri bahwa seiring perkembangannya teknologi yang berbasis digital application, sistem interaksi sosial di masyarakat mulai tergerus. Teknologi yang semakin pesat, mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas. Perkembangan teknologi dan informasi masa kini, menawarkan banyak kemudahan. Masyarakat diberikan fasilitas penunjang dalam kegiatan sehari-hari. Sehingga memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Dengan mudahnya akses komunikasi, hal tersebut menunjang dalam dunia pendidikan. Penerapan teknologi komunikasi dan informasi di dunia pendidikan menjadi suatu hal yang diwajibkan. Pasalnya, kini setiap sekolah maupun citivas akademi lainnya telah menggunakan teknologi sebagai penunjang kegiatannya. Globalisasi telah merasuki generasi masa kini. Globalisasi juga menyebabkan pergeseran dalam dunia pendidikan yang semula bersistem tatap muka mulai mengarah pada sistem online. Dengan masuknya globalisasi dalam dunia pendidikan mengakibatkan interaksi antar manusia ikut bergeser dan tanpa di pungkiri lagi bahwasanya hal tesebut akan semakin hilang. Di era globalisasi yang berbasis digital application dalam dunia pendidikan. Hal ini akan membantu jalannya proses pembelajaran dan juga bisa meningkatkan hasil kinerja. Semakin banyaknya pengguna teknologi dalam dunia pendidikan akan mengakibatkan perubahan model pembelajaran. Karena hal tersebut lebih efektif dan efisien, tanpa memerlukan banyak waktu dan tenaga. Perkembangan berbagai media pembelajaran ini seiring dengan adanya kemajuan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Dinamika teknologi kini mencapai akselerasi yang luar biasa. Dan teknologi juga memberikan banyak pilihan pembelajaran lainnya yang dapat dinikmati khalayak umum dengan sangat mudah. Sekarang kita juga tengah merasakan kemudahan belajar hanya dengan mengakses aplikasi digital seperti e-journal, e-library dan sebagainya. Salah satu model pembelajaran yang telah diterapkan oleh beberapa masyarakat adalah model E-learning. E-learning merupakan bentuk model pembelajaran yang difasilitasi dan didukung pemanfaatannya teknologi informasi dan komunikasi. Di Indonesia, sistem pendidikan konvensional masih banyak dilakukan dalam civitas akademi. Khususnya daerah yang masih tergolong pedesaan. Karena di luar negeri seperti Perancis juga telah menggunakan layanan pendidikan online yang menjadi bukti pergeseran arah dunia pendidikan. Apalagi kini, zaman sekarang yang menuntut perubahan besar dalam dunia pendidikan. Dimana pendidikan dijadikan patokan dalam sebuah bermasyarakat. Disebut generasi milenial karena generasi yang hidup di pergantian millenium. Bersamaan dengan merasuknya teknologi digital ke segala sendi kehidupan. Teknologi digital yang telah menjadi kebutuhan dasar pada generasi ini. Pada generasi milenial, yaitu generasi yang sudah melek teknologi digital, dimana tiap informasi dengan mudah diakses lewat internet. Namun, banyak orang berpandangan bahwasannya telah terjadi pergeseran nilai-nilai sosial ketimuran. Karena lebih terbuka pemikirannya dengan mudah mengadopsi nilai-nilai sosial daerah barat yang lebih modern. Memang benar, hal tersebut juga telihat jelas dalam kehidupan kita. Banyak remaja yang mulai bergaya layaknya orang barat, sehingga kehidupan social mereka semakin tergerus. Hubungan komunikasi jarak jauh yang hanya di hubungan oleh media dan internet. Membuat komunikasi jarak dekat atau komunikasi langsung semakin jarang di lakukan. Sehingga, nilai social yang berlangsung dalam komunikasi tersebut semakin pudar.
Entah disadari atau tidak, sekolah sedang dibanjiri oleh para generasi milenial, oleh karena itu sekarang di lembaga pendidikan khususnya di sekolahan semakin di perketat khususnya dalam bidang pembelajaran, karena siswa jaman sekarang juga sudah ahli dalam bermain internet, kadang mereka juga salah dalam menggunakan internet tersebut, sehingga perlu adanya breaving tersendiri untuk menangani siswa seperti itu, adapun cara cara untuk mengatasi murid di zaman milenial, antara lain:
• Adanya pengawasan lebih dari orang tua maupun keluarga yang bersangkutan.
• Peran guru di sekolahan juga sangatlah penting dalam membina siswa tersebut.
• Sering di adakan diskusi mengenai bahaya terhadap kesalahan dalam penggunaan internet.
• Memberikan materi yang positif khususnya untuk mencetak jiwa jiwa kepemimpinan siswa yang baik dan bermoral sekaligus membatasi pergaulan siswa tersebut.
PERAN PENTING DARI ORANG TUA DAN GURU DALAM MEMBENTUK
KARAKTER SISWA
Sebelum kita membahas tentang karakter siswa di jaman sekarang, alangkah baiknya kita perlu tahu apa itu era milenial, era milenial adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Milenial pada umumnya adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang tua. Milenial kadang-kadang disebut sebagai "Echo Boomers" karena adanya 'booming' (peningkatan besar) tingkat kelahiran di tahun 1980-an dan 1990-an.
Generasi milenial lahir di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang demikian pesat. Karena itu lah, cara mengajar untuk mendidik mereka pun harus dibedakan dan ada triknya. Setiap orang tua pasti ingin mendidik anaknya untuk menjadi anak yang mempunyai karakter baik. Agar terwujudnya upaya pendidikan karakter tersebut, tentunya bukan perkara yang mudah. Kenyataannya, orang tua akan menghadapi beberapa tantangan dalam mendidik anak-anak generasi milenial ini. Di era globalisasi, anak-anak dengan mudah terhubung ke seluruh dunia secara online. Mereka pun memiliki kesempatan luas untuk mendapatkan informasi informasi yang mereka inginkan. Karena generasi milenial punya kebiasaan lain. Mereka sangat lebih cenderung ingin mencapai sesuatu dengan cepat dan instan karena mereka sudah terbiasa dengan kemudahan teknologi. Melihat berbagai ancaman yang mungkin bisa terjadi, maka dari itu orang tua harus membekali anak-anak mereka untuk bisa bersaing dalam dunia nyata. Maka dari itu, orang tua juga harus mengetahui pentingnya pendidikan karakter bagi anak. Karena pendidikan pertama kali yang di dapatkan oleh anak adalah dalam lingkup keluarga dan diberikan oleh orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus merencanakan masa depan anak mereka dengan cara yang sebaik mungkin. Dalam era globalisasi ini pendidikan karakter menjadi bagian yang sangat penting dalam mewujudkan manusia yang berkualitas. Namun realitanya, pelaksanaan pendidikan karakter tak segampang yang diucapkan oleh mulut saja atau tak semudah dengan membalikkan telapak tangan. Dan demi tercapainya pendidikan yang berbasis karakter, tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga akan tetapi juga menjadi tanggung jawab berbagai pihak pihak tertentu, terutama lembaga lembaga pemerintahan melalui lembaga pendidikan formal maupun non formal. Dengan pertimbangan dalam rangka untuk mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan yang sangat luas, nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, pemerintah memandang perlu penguatan pendidikan karakter, dan rasa memiliki negeri ini.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa arus perubahan. Perubahan dalam bidang pendidikan, perdagangan hingga pemerintahan. Kini di era globalisasi tidak bisa di pungkiri bahwa seiring perkembangannya teknologi yang berbasis digital application, sistem interaksi sosial di masyarakat mulai tergerus. Teknologi yang semakin pesat, mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas. Perkembangan teknologi dan informasi masa kini, menawarkan banyak kemudahan. Masyarakat diberikan fasilitas penunjang dalam kegiatan sehari-hari. Sehingga memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Dengan mudahnya akses komunikasi, hal tersebut menunjang dalam dunia pendidikan. Penerapan teknologi komunikasi dan informasi di dunia pendidikan menjadi suatu hal yang diwajibkan. Pasalnya, kini setiap sekolah maupun citivas akademi lainnya telah menggunakan teknologi sebagai penunjang kegiatannya. Globalisasi telah merasuki generasi masa kini. Globalisasi juga menyebabkan pergeseran dalam dunia pendidikan yang semula bersistem tatap muka mulai mengarah pada sistem online. Dengan masuknya globalisasi dalam dunia pendidikan mengakibatkan interaksi antar manusia ikut bergeser dan tanpa di pungkiri lagi bahwasanya hal tesebut akan semakin hilang. Di era globalisasi yang berbasis digital application dalam dunia pendidikan. Hal ini akan membantu jalannya proses pembelajaran dan juga bisa meningkatkan hasil kinerja. Semakin banyaknya pengguna teknologi dalam dunia pendidikan akan mengakibatkan perubahan model pembelajaran. Karena hal tersebut lebih efektif dan efisien, tanpa memerlukan banyak waktu dan tenaga. Perkembangan berbagai media pembelajaran ini seiring dengan adanya kemajuan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Dinamika teknologi kini mencapai akselerasi yang luar biasa. Dan teknologi juga memberikan banyak pilihan pembelajaran lainnya yang dapat dinikmati khalayak umum dengan sangat mudah. Sekarang kita juga tengah merasakan kemudahan belajar hanya dengan mengakses aplikasi digital seperti e-journal, e-library dan sebagainya. Salah satu model pembelajaran yang telah diterapkan oleh beberapa masyarakat adalah model E-learning. E-learning merupakan bentuk model pembelajaran yang difasilitasi dan didukung pemanfaatannya teknologi informasi dan komunikasi. Di Indonesia, sistem pendidikan konvensional masih banyak dilakukan dalam civitas akademi. Khususnya daerah yang masih tergolong pedesaan. Karena di luar negeri seperti Perancis juga telah menggunakan layanan pendidikan online yang menjadi bukti pergeseran arah dunia pendidikan. Apalagi kini, zaman sekarang yang menuntut perubahan besar dalam dunia pendidikan. Dimana pendidikan dijadikan patokan dalam sebuah bermasyarakat. Disebut generasi milenial karena generasi yang hidup di pergantian millenium. Bersamaan dengan merasuknya teknologi digital ke segala sendi kehidupan. Teknologi digital yang telah menjadi kebutuhan dasar pada generasi ini. Pada generasi milenial, yaitu generasi yang sudah melek teknologi digital, dimana tiap informasi dengan mudah diakses lewat internet. Namun, banyak orang berpandangan bahwasannya telah terjadi pergeseran nilai-nilai sosial ketimuran. Karena lebih terbuka pemikirannya dengan mudah mengadopsi nilai-nilai sosial daerah barat yang lebih modern. Memang benar, hal tersebut juga telihat jelas dalam kehidupan kita. Banyak remaja yang mulai bergaya layaknya orang barat, sehingga kehidupan social mereka semakin tergerus. Hubungan komunikasi jarak jauh yang hanya di hubungan oleh media dan internet. Membuat komunikasi jarak dekat atau komunikasi langsung semakin jarang di lakukan. Sehingga, nilai social yang berlangsung dalam komunikasi tersebut semakin pudar.
Entah disadari atau tidak, sekolah sedang dibanjiri oleh para generasi milenial, oleh karena itu sekarang di lembaga pendidikan khususnya di sekolahan semakin di perketat khususnya dalam bidang pembelajaran, karena siswa jaman sekarang juga sudah ahli dalam bermain internet, kadang mereka juga salah dalam menggunakan internet tersebut, sehingga perlu adanya breaving tersendiri untuk menangani siswa seperti itu, adapun cara cara untuk mengatasi murid di zaman milenial, antara lain:
• Adanya pengawasan lebih dari orang tua maupun keluarga yang bersangkutan.
• Peran guru di sekolahan juga sangatlah penting dalam membina siswa tersebut.
• Sering di adakan diskusi mengenai bahaya terhadap kesalahan dalam penggunaan internet.
• Memberikan materi yang positif khususnya untuk mencetak jiwa jiwa kepemimpinan siswa yang baik dan bermoral sekaligus membatasi pergaulan siswa tersebut.
Komentar
Posting Komentar